Tuesday, August 16, 2011

Know Him then Love Him


Bismillah...

Where is He?

How do we know that Allah really exist thou we never see Him through our naked eyes? How to understand and realize that He really exists? Maybe these sorts of questions are familiar among all of my friends, but this entry is not more than a reminder to first and foremost my own self, and only then I might be able to disseminate it to others, biiznillah...:)

Get back to our main issue, the analogy is like when you see a car. Cars are very easy to find because in this era, these human inventions are becoming so important that everyone in this world feel that to own a car is a must. That is a different topic you would say but I was trying to tell you that this analogy is very common and surely, you can imagine it.:)


Car. When you see a car on the road heading to somewhere, without people telling you, you’ll know that this car is driven by someone so called human, or man. If I told you that the car is driven by nobody and it is just moving itself, would you believe me? You’ll say, “You weird!” or “Have u been slap by anyone today, you want to have some?” Haha. That’s the point. Everything in this world do has creators. Then how perfect creatures like human don’t? Good for us to figure out.

His attributes. Can I perceive them?

How to recognize Allah’s Attributes even we can’t see Him? Maybe we can’t see the creator directly but we can see Him thru His creations. It is similar to the car just now. Many of us don’t know who invent a car, right? All that we know, “My father bought that car and I just drive it la, buat ape susah-susah nak fikir!”, “This car is better la than that car, it is more expensive, I like expensive things kan, you know me!!hehe.” ( These situations are only examples, strictly speaking, they are not related to anybody alive or dead) But practically, we can see the result which is the car itself. By observing the creatures around us or even our own self, inshaAllah we will witness the attributes of Allah Azza wa Jalla.*wink*

* Sun is one of His greatest creation

Just see inside ourselves. We are such a complex creature. Every single cell in our body carries out their own function, not merely a simple function but the complex one. Some stay alive, and some of them die to allow the system remain balance so that a human can stay alive and growing up. This is called Homeostasis. The circulatory system also amazes us. The blood flows around our body through their own path. Who are responsible to monitor them? To ensure the systems are all in good condition? And also, who is to make it suddenly stop forever? Don’t we all think that there must be someone who is really knowledgeable and All-Knowing to make all things so perfect? Allah Al-Hakim, Al-Khabir.

*Cell is said as the basic unit of life

We can see how Allah gives life to His creatures and He’s the one to take back the life when the day comes. Every second we heard there are so many babies born in the hospitals but at the same time, there are so many people die due to vary reasons. I don’t really understand the people that believe in evolution theories, people evolve from one form to another. ‘At past time we are monkeys, and at present, we are human’. So what are we next? Elephant? ‘Where are we coming from? Nowhere. Where are we heading to? Nowhere’. ‘No creators’. ‘We are evolve through time’. These are all ridiculous.*emotional*

This reminds me of a story told by my naqibah ‘not-so’ long time ago. There are two men walking down a street. One of them is an atheist (A) and another is a muslim (M). After awhile, both of them saw a really large, charming, stunning house. It was so big and the design was unique. M told A that the house is made by itself.

“A, don’t you know, nobody made this house? The house formed itself. The bricks arranged themselves to their place, the cements pasted themselves on the wall and the paints and brush all did their work themselves.” M said with a serious look.

“Huh, you got to be kidding me! Are you crazy or something? It is impossible bricks, cements, paints and whatsoever non-living things could dance like that!”

“Why can’t you believe me? I thought you’ll think alike.”

“ Such a beautiful house must have engineers to design, and labours to complete it to become like one.” A argued.

“BINGO! What about human and this wonderful universe, don’t we have a creator too?”

“.....”

I am too small to perceive everything about Him

But we can’t easily understand some of the attributes by only looking at the creations. Some of the attributes are too divine to be comprehend by us for instance, Al-A’laa, Al-Rahim, Al-Hasib.

“ Sedangkan mereka tidak mengetahui sesuatu pun dari (kandungan) ilmu Allah melainkan apa yang Allah kehendaki (memberitahu kepadanya).” (al-Baqarah:255)

*I can’t provide translation for this quranic ayah. Sorry for the inconvenience.

Even though that, we have the beloved prophet Muhammad SAW, that taught and told us about our Almighty God, Allah SWT. He became the person that linked us to our God and through him, now, we have chance to read and contemplate the Words of Allah. Alhamdulillah.:)

P/S: Selamat Menyambut Nuzul Quran to all Muslimin and Muslimat all over the world. May Allah protect the Quran from being mischief by the disbelievers and may He place the Quran in every of our heart so that we will never be astray. Aminn....


Monday, August 15, 2011

APAKAH AMALANKU DITERIMA??

Bismillah...

"Dan orang kafir pula, amalan mereka adalah umpama riak sinaran panas di tanah rata yang disangkakan air oleh orang yang dahaga, (lalu dia menuju kearahnya) sehingga apabila sampai ke tempat itu, tidak didapati sesuatu pun yang disangkakan itu, (demikianlah keadaan orang kafir, tidak mendapat faedah dari amalnya sebagaimana yang disangkanya) dan dia tetap mendapat hukum Allah di sisi amalnya, lalu Allah menyempurnakan hitungan amalnya (serta membalasnya) dan (ingatlah) Allah amat segera hitungan hisabNya." (an-Nur:39)

Assalamualaikum....

Kadang-kala timbul tanda tanya dalam diri kita apabila kita melihat ramainya dari kalangan orang-orang kafir melakukan amalan-amalan baik dan menunjukkan akhlak yang baik melebihi umat Islam sendiri. Bagaimana dengan amalan mereka? Apakah Allah masih menerima amalan mereka? Ayat Allah di atas memberi gambaran bagaimana perhitungan Allah terhadap orang-orang kafir. Amalan yang dilakukan oleh orang-orang kafir yang tidak beriman ini hanya akan menjadi sia-sia dan mereka tetap akan diberi hukuman oleh Allah kelak. Persoalannya di sini, mengapa pula berlaku demikian? Adakah kita ingin mengatakan yang Allah itu sungguh tidak adil?

Allah Hanya Menerima Amal Orang -orang Yang Beriman

Definisi 'beriman' bagaimana yang berlegar-legar dikotak fikiran kita sepintas ayat diatas dibacakan? Sedari kecil kita telah memahami konsep iman apabila topik ini sentiasa menjadi topik HOT yang sering keluar dalam peperiksaan Pendidikan Islam. Apatah lagi mereka yang bersekolah di sekolah-sekolah agama, seawal usia tujuh tahun lagi mereka sudah diperkenalkan dengan konsep beriman dari kaca mata Islam. Alhamdulillah. Kepercayaan kepada Allah, kitab-kitab Allah, utusan-utusan Allah, malaikat-malaikat Allah, yaumul Qiyamah dan Qada' dan Qadar Allah semua ini adalah tunjang kepada keimanan umat Islam. Tanpa ini semua, kehidupan seseorang itu akan menjadi tidak tentu arah de
k kerana tiada baja asas yang menyuburi diri seseorang tersebut. Namun, adakah sekiranya kita sukses dalam menghafal keenam-enam tunjang keimanan ini kita sudah boleh dikira beriman? Persoalan ini juga yang sering saya tanya pada diri saya yang jawapannya sudah saya tahu, TIDAK.

Bagaimana menilai keimanan diri sendiri?

Seorang yang benar-benar beriman menjalani kehidupannya berlandaskan apa yang ditentukan Allah dan menjauhi larangannya, dia melakukan tiap-tiap perkara kerana Allah, mengharapkan redhaNya, mengharapkan ganjaran pahalanya, dan mengimpikan kehidupan abadi di syurga. Ciri-ciri yang saya sebutkan tadi jika difikirkan, kembali semua kepada enam perbincangan tauhid atau lebih dikenali dengan rukun iman yang saya telah sebut sebelum ini. Sekiranya kita menghayati keenam-enamnya, untuk menjadi individu beriman itu, mungkin tidak sesukar yang kita bayangkan sekarang.

Orang yang tidak beriman kepada Allah tidak akan melakukan amalan kerana Allah. Mungkin amalan yang dilakukan keranan manusia atau harta. Dia tidak mengharapkan keredhaan Allah dan melakukan sesuatu tanpa berfikir halal haramnya. Dia sangat cintakan dunia kerana dia tidak mempercayai kehidupan selepas mati itulah yang abadi. Sejauh mana amal yang dilakukan tidak akan membawa sebarang makna sekiranya kalimah syahadah tidak bertakhta di hati. Sebagaimana yang dikhabarkan dalam ayat Allah diatas, amalan mereka ibarat riak sinaran panas ditanah rata, atau kini dikenali sebagai fatamorgana atau dalam Bahasa Inggeris disebut mirages (kalau tak salah saya) Moga kita dijauhkan dari golongan sebegitu.

Perumpamaan

Sebagaimana sebuah kisah yang diceritakan, ada seorang lelaki (lelaki A) yang sedang berjalan-jalan lalu terjumpa sebuah kebun. Dia masuk ke kebun itu, makan dan minum hasil daripada tanaman dan ternakan di kebun itu, dan dia juga bekerja di situ. Datang juga seorang lelaki (lelaki B) yang menjumpai kebun itu, dia juga ingin bekerja di kebun itu, lantas dia mencari tuan empunya kebun tersebut. Dia meminta kebenaran untuk bekerja di kebun itu lalu diberikan kebenaran. Tuan kebun menunjukkan cara-cara yang betul untuk bercucuk tanam dan menjaga ternakan kepada lelaki B. Lelaki B bekerja dengan rajin dan mengikut cara-cara yang diajarkan tuan kebun. Berbeza dengan lelaki A, dia bekerja dengan sesuka hatinya. Tuan kebun melihat lelaki A lalu menunjukkan cara yang betul kepadanya. Namun, dia mengendahkan tuan kebun dan berbuat sesuka hati. Apabila tiba masa mengutip hasil, siapakah menurut pandangan anda layak diberi upah? Lelaki A atau B?

Begitulah diumpamakan perbezaan orang yang beriman dan orang kafir. Tidak semestinya juga kita yang lahir dari keluarga Islam disangka sudah betul-betul beriman. Berdoalah supaya Allah sentiasa membimbing hati kita lurus di jalan yang diredhainya. Aminn...

"Wahai Tuhan kami, janganlah engkau pesongkan hati kami setelah mana engkau memberikan petunjuk kepada kami. Berikanlah kami rahmat dari sisiMu, sesungguhnya Engkau adalah Tuhan yang Maha Pemberi."

p/s: looking forward to go back to ma school this weekend..i have to travel alone..may Allah protect me from bad things..aminn..:)

Wednesday, August 3, 2011

The Brave One!!!




Salam Ramadhan... Alhamdulillah hari ini dah masuk hari keempat semua umat Islam menjalankan ibadah berpuasa di bulan rahmat bulan Ramadhan.

Hari ini aku sekali lagi cuba drive tanpa pengetahuan parents aku...alhamdulillah kerana Allah telah beri aku keselamatan dan sebelum itu memberi aku keberanian untuk drive( dapat ruh ramadhan agaknya)..jika tidak Allah beri kekuatan itu pasti aku tidak mampu melakukan..

Bukan niat untuk merahsiakan perkara ini daripada mereka. Ayat aku sebelum ini semacam menunjukkan yang aku tak bagitau parents aku langsung. Bukan itu maksud aku. Kali pertama aku drive sendiri adalah after aku pulang dari Program Tautan Mahabbah di Felda Selancar. Before program aku singgah beberapa hari di rumah Maisarah (kawan sekampus) di Muadzam Shah. Mungkin dia adalah asbab yang menjadikan aku berani kerana di rumahnya, aku lihat dia sangat cekap memandu walhal dia memandu kereta manual. Di rumah, kereta ayah kereta automatik, masakan itu pun aku masih tidak berani.

Sebelum ini apabila aku minta izin nak drive,ibu dan ayah selalu melarang dengan alasan bimbang keselamatanku. Aku tahu benar mereka sangat-sangat risau dengan keselamatan anak-anak mereka. Bila ibu dan ayah terlalu risau, aku jadi kurang yakin dengan diri sendiri. Langsung aku tidak memandu. Tapi bila aku pulang dari Selancar, tiba-tiba semangat baru berkobar-kobar. Aku beranikan diri untuk keluar ke kedai dengan kereta. Itu kali pertama, aku memandu, seorang diri, keluar ke jalan besar. Memang nervous, tapi aku atasi perasaan itu sebab aku tak nak selama-lamanya aku tak akan memandu. Alhamdulillah aku selamat pulang. Apabila sudah pulang ke rumah barulah aku beritahu ibu yang berada di tempat kerja. Tak dapat aku gambarkan betapa risaunya ibu ketika itu. Dia seakan-akan tak percaya aku berani drive seorang diri. Bila ibu beritahu ayah, ayah pun terkejut tetapi ternyata mereka tidak marah. Mereka cuma berpesan agar aku lebih berhati-hati. Selepas dari kejadian itu, aku lebih kerap memandu. Semakin lama semakin jauh aku drive. Hehe. Tapi dalam hati tak berhenti memohon Allah melindungi aku daripada sebarang kecelakaan.

Rupa-rupanya taktik aku yang tidak memberitahu ibu dan ayah terlebih dulu sebelum memandu adalah langkah yang betul kerana pertama, aku tak mahu ibu dan ayah risaukan aku ketika mereka bekerja, dan kedua, aku juga perlu mencuba walau apa cara sekalipun. Jika tidak, aku tidak akan berani memandu sehingga kini. Alhamdulillah. Kini ibu juga sudah percaya untuk naik kereta yang aku pandu tanpa ayah disebelahku. Alhamdulillah.:)
P/S: tertarik dengan kuih apam polkadot yang Tasha sebut. Nak buat ke tidak?hmm..